Home / Berita / Harus Waspada Modus Baru Transaksi Narkoba Via Bitcoin

Harus Waspada Modus Baru Transaksi Narkoba Via Bitcoin

Spread the love

Harus Waspada Modus Baru Transaksi Narkoba Via Bitcoin

Harus Waspada Modus Baru Transaksi Narkoba Via Bitcoin

Perubahan tehnologi tidak bisa tidak diterima umat manusia. Sayangnya, hal itu juga jadikan ‘modus’ baru untuk beberapa aktor tindak kejahatan untuk hindari endusan aparat penegakan hukum.

Virtual Currency jadi satu bidang tehnologi yang mempunyai ancaman sendiri. Ambil pengalaman masalah pembelian 9 butir ekstasi lewat Bitcoin oleh seseorang mahasiswa Kampus Diponegoro berinisial CPS, virtual currency dinilai pantas jadi atensi aparat penegak hukum.

Ketua Himpunan Pemerhati Hukum Siber Indonesia (HPHSI) Galang Prayogo menilainya, perkembangan tehnologi yang tengah ‘menggempur’ Indonesia mesti jadikan tantangan untuk aparat penegak hukum untuk memutakhirkan penyelidikan ataupun penyidikan.

“Intinya tentang masalah narkoba di Semarang dengan Bitcoin ini. Masalah itu adalah sampel kecil dari taraf yang semakin besar sekali lagi dari peranan Bitcoin digunakan oleh aktor kriminil atau gembong narkoba, “kata Galang dalam info tertulisnya, Jumat, 6 Maret 2018.

Menurut Galang, praktek pembelian narkoba lewat Bitcoin yang berlangsung di Semarang dapat jadi pintu gerbang untuk beberapa penegak hukum untuk mengerti lebih dalam tentang virtual currency. “Karena bila ‘partai kecil’ saja telah memakai Bitcoin, terlebih yang partai besar? ”ujarnya.

Menurut Galang, Indonesia yang sekarang ini masuk dalam kelompok darurat narkoba mesti memberi atensi lebih pada transaksi lewat Bitcoin. “Bagi beberapa gembong narkoba, Bitcoin jadi ladang usaha. Transaksi lebih aman, jadi mereka dapat membanderol harga lebih murah, ”tuturnya.

“Toh, pengiriman narkoba dari negara aslinya ke Indonesia jadi mahal karena ‘biaya resikonya’, bukanlah sekali lagi hitung-hitungan produksi. Itu mengapa narkoba lewat Bitcoin dapat jadi lebih murah. Resiko terendus aliran uang dari ‘bandar yang mana’ begitu kecil peluangnya untuk dapat di ketahui, ”Galang memberikan.

Hal tersebut pasti menimbulkan kecemasan sendiri. Galang mengharapkan pemerintah dapat menegakkan ketentuan yang lebih tegas tentang Bitcoin. Tidak cuma dilarang jadi alat pembayaran di Indonesia, tetapi juga membuat satu ketentuan yang memantau beberapa aplikator, dengan kata lain penyedia layanan penukaran Bitcoin.

Harus Waspada Modus Baru Transaksi Narkoba Via Bitcoin

Karena di Indonesia ini, tiap-tiap perkembangan tehnologi masuk, setiap saat itu juga evolusi kejahatan lebih cepat. Peranan negatifnya senantiasa paling depan dari pada dampak positif yang muncul. Ini mesti jadi catatan pemerintah serta beberapa aparat penegak hukum, ”ucapnya.

Dikabarkan terlebih dulu, seseorang mahasiswa Fakultas Pengetahuan Kelautan Kampus Diponegoro (Undip) Semarang bernama Candika Pratama (22), dibekuk deretan BNNP Jawa Tengah.

Mahasiswa semester akhir itu dibekuk aparat selesai dianya beli ekstasi dari Belanda dengan memakai mata uang digital, Bitcoin. Pernyataan Candika, ia beli 9 butir ekstasi berwarna hijau dengan harga Rp800 ribu. Walau sebenarnya, harga market ekstasi sama bila memakai yang umum seharga Rp 400 ribu per butir.

Membeli memakai Bitcoin itu jatuhnya lebih murah. Saya beli sembilan butir cuma Rp 800 ribu. Walau sebenarnya umumnya per butirnya dihitung Rp400 ribu. Sampai tertangkap petugas, saya baru transaksi sejumlah 2x, ”kata Candika.

About Author:

%d blogger menyukai ini: